Program “Bimbingan Menulis Buku”

Posted by on Oct 10, 2014 in Info | 0 comments

Program “Bimbingan Menulis Buku”

Assalaamu’alaikum wr wb Kesempatan baik untuk Anda yang SUDAH BISA MENULIS, namun masih bingung untuk memulai menulis buku dengan berbagai alasan: bingung pilih tema, kehabisan ide, sulit mengembangkan ide tertentu yang layak dijadikan tulisan, tak terbiasa mencari bahan/data, bingung membuat argumen, sulit dalam menyimpulkan tulisan. Program “Bimbingan Menulis Buku” (BMB) dikhususkan bagi Anda yang sudah terbiasa dan bisa menulis. Program BMB ini terbagi dua kategori: Menulis FIKSI dan Menulis NONFIKSI. Syarat utamanya, Anda harus sudah bisa dan terbiasa menulis. Syarat dan ketentuan secara detil untuk mengikuti Program “Bimbingan Menulis Buku” adalah sebagai berikut: [KMO BMB] Paket 1: Sudah bisa dan terbiasa menulis. Belum memiliki tema dan ide untuk menulis buku. Belum menulis artikel yang akan dibukukan, tetapi bertekad menuliskannya ketika mengikuti Program BMB. Tema dan isi tulisan yang akan dibukukan merupakan bagian dari SYIAR ISLAM. Setidaknya tidak bertentangan dengan akidah Islam. Program bimbingan selama 2 bulan (privat). Ada tutorial khusus setiap pekan (total 8 kali tutorial). Konsultasi via Yahoo! Mesengger atau Skype dan email. Waktu sesuai kesepakatan. Bersedia menulis sesuai arahan dari mentor. Jumlah tulisan untuk NONFIKSI, maksimal 20 tulisan, dengan panjang tulisan maksimal 8000 karakter (with spaces). Untuk FIKSI, maksimal 12 cerpen (jika berbentuk kumpulan cerpen) dengan panjang tulisan maksimal 10.000 karakter (with spaces). Untuk jenis Novel, jumlah maksimal 25 episode dengan panjang tulisan rata-rata 10.000 karakter (with spaces). Mendapat kesempatan untuk dibantu mengirimkan naskah ke penerbit. Biaya Rp 1.400.000 (satu juta empat ratus ribu rupiah).   [KMO BMB] Paket 2: Sudah bisa dan terbiasa menulis Sudah memiliki tulisan yang hendak dibukukan, tetapi masih berantakan. Perlu perbaikan untuk dibantu proses editing. Tema dan isi tulisan yang akan dibukukan merupakan bagian dari SYIAR ISLAM. Setidaknya tidak bertentangan dengan akidah Islam. Program bimbingan selama 1,5 bulan (privat). Ada tutorial khusus setiap pekan (total 6 kali tutorial). Konsultasi via Yahoo! Mesengger atau Skype dan email. Waktu sesuai kesepakatan. Bersedia menulis sesuai arahan dari mentor. Jumlah tulisan untuk NONFIKSI, maksimal 20 tulisan, dengan panjang tulisan maksimal 8000 karakter (with spaces). Akan disesuaikan dengan tulisan yang sudah dibuat sebelumnya. Untuk FIKSI, maksimal 12 cerpen (jika berbentuk kumpulan cerpen) dengan panjang tulisan maksimal 10.000 karakter (with spaces). Untuk jenis Novel, jumlah maksimal 25 episode dengan panjang tulisan rata-rata 10.000 karakter (with spaces). Akan disesuaikan dengan tulisan yang sudah dibuat sebelumnya. Mendapat kesempatan untuk dibantu mengirimkan naskah ke penerbit. Biaya Rp 1.000.000 (satu juta rupiah).   [KMO BMB] Paket 3: Alumni KMO (Kursus Menulis Online) yang kami selenggarakan. Melampirkan data bukti pernah ikut dengan mencantumkan jenis kursus yang diikuti dan waktu mengikuti program tersebut untuk mencocokan dengan data kami. Sudah bisa dan terbiasa menulis. Belum memiliki tema dan ide untuk menulis buku Belum menulis artikel yang akan dibukukan, tetapi bertekad menuliskannya ketika mengikuti Program BMB. Tema dan isi tulisan yang akan dibukukan merupakan bagian dari SYIAR ISLAM. Setidaknya tidak bertentangan dengan akidah Islam. Program bimbingan selama 2 bulan (privat). Ada tutorial khusus setiap pekan (total 8 kali tutorial). Konsultasi via Yahoo! Mesengger atau Skype dan email. Waktu sesuai kesepakatan. Bersedia menulis sesuai arahan dari mentor. Jumlah tulisan untuk NONFIKSI, maksimal 20 tulisan, dengan panjang tulisan rata-rata 8000 karakter (with spaces). Akan disesuaikan dengan tulisan yang sudah dibuat sebelumnya. Untuk FIKSI, maksimal 12 cerpen (jika berbentuk kumpulan cerpen) dengan panjang tulisan maksimal 10.000 karakter (with spaces). Untuk jenis Novel, jumlah maksimal 25 episode dengan panjang tulisan rata-rata 10.000 karakter (with spaces). Akan disesuaikan dengan tulisan yang sudah dibuat sebelumnya. Mendapat kesempatan untuk dibantu mengirimkan naskah ke penerbit. Biaya Rp 800.000 (delapan ratus ribu rupiah). Program BMB didukung oleh GERAISAUSAN dan Pesantren MEDIA Publishing. Setiap pilihan paket yang diambil, akan mendapatkan BONUS 1 eksemplar buku “Cinta Tiga...

Read More

Antara Belajar Menulis dan Belajar Setir Mobil

Posted by on May 26, 2014 in Motivasi Menulis | 2 comments

Antara Belajar Menulis dan Belajar Setir Mobil

Menulis itu keterampilan, makin sering dilatih (biasanya) makin mahir. Begitu pula dengan menyetir mobil, adalah keterampilan. Jika sering berlatih, maka (biasanya) juga makin mahir. Pokoknya, semua hal yang ada prakteknya (tak sekadar teori) bisa diaplikasikan langsung. Kemahirannya berbanding lurus dengan seringnya berlatih dan berimprovisasi selama latihan. Jangan takut gagal saat berlatih menulis. Gagal itu biasa. Namanya juga sedang belajar. Bunyi salah satu iklan pembersih pakaian: “nggak ada noda ya nggak belajar”. Jadi tak perlu khawatir salah atau gagal. Itu hal yang bisa menimpa semua orang. Jangankan bagi yang baru belajar, mereka yang sudah mahir pun adakalanya gagal dan salah perhitungan. Lihatlah Valentino Rossi dan Dani Pedrosa, pernah terlempar dari arena balapan saat kuda besi yang ditungganginya tergelincir di licinnya aspal sirkuit.  Siapa bilang pemain sepakbola berpengalaman akan selalu sukses mengeksekusi tendangan penalti. Roberto Baggio adalah salah satu contohnya. Ia pernah gagal mengeksekusi penalti terakhir di final Piala Dunia, sehingga Gli Azzurri Italia menangis sambil menatap cemburu kepada Brasil yang jadi Juara di Piala Dunia 1994 itu. Bayang-bayang kegagalan bukan hanya milik mereka yang sedang berlatih atau belajar, tetapi juga menghantui mereka yang sudah mahir atau terampil. Itu sebabnya, tak perlu ciut nyali jika masih selalu gagal saat belajar menulis atau belajar menyetir mobil. Teruslah berlatih dan belajar dari kegagalan agar tak terulang pada latihan berikutnya. Jangan pernah menyerah, hingga benar-benar tak ada lagi yang mampu untuk diupayakan. Belajar menulis dan belajar setir mobil itu ada kesamaannya, yakni sama-sama belajar keterampilan. Hanya saja nanti berbeda dalam perlakuan setelah bisa atau mahir. Apakah itu? Menulis, meski sudah mahir sekalipun tak perlu lisensi khusus sebagaimana menyetir mobil atau sepeda motor yang dikeluarkan instansi tertentu (setidaknya sampai saat ini) . Kualitas tulisan seseorang akan dilihat pada tulisannya, bukan sertifikat atau lisensi yang didapatkannya. Hal ini berbeda dengan menyetir mobil, seseorang yang sudah memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi) alias driving licence, dianggap sudah bisa mengendarai kendaraan. Padahal, belum tentu. Omong-omong, mengapa judulnya seperti ini? Ini ada kaitannya dengan saya selama belajar menyetir mobil dilatih seorang murid saya. Nah uniknya, murid saya itu belajar menulis dengan saya. Semoga tulisan ini menjadi inspirasi bagi murid saya yang sudah mengajari saya menyetir mobil, karena akhirnya saya bisa juga mengendarai kendaraan tersebut. Ini artinya pula, saya ingin memotivasi murid saya bahwa dengan serius dan terus belajar menulis, in sya Allah akan bisa juga menulis setelah menempuh kurun waktu tertentu. Setuju? Ayo menulis! Teruslah berlatih dan belajar menulis agar tulisan kian bagus kualitasnya dan tersampaikan pesannya. Yuk, perkaya wawasan dengan banyak membaca dan berinteraksi dengan orang lain. Jangan mudah menyerah dan tetap semangat berlatih menulis! Salam, O. Solihin *gambar dari...

Read More

Belajar Menulis dengan Menulis

Posted by on Nov 26, 2013 in Motivasi Menulis | 0 comments

Belajar Menulis dengan Menulis

Banyak di antara murid saya yang merasa sudah kalah sebelum belajar dengan benar. Bahkan ada di antara mereka yang menjadikan rasa malas sebagai penyebab ketidak-berdayaannya dalam belajar menulis. Perlu diketahui bahwa rasa malas sebenarnya kita sendiri yang ‘menciptakannya’. Mungkin tepatnya membiarkannya agar terus menyelimuti pikiran dan perasaan kita. Akibatnya, kita kehilangan gairah untuk memulai belajar menulis (atau juga kegiatan lainnya). Belajar menulis tidaklah sulit, jika kita mau beranjak untuk segera menuliskannya. Sebab, sama seperti belajar silat, jika kita tak segera menggerakkan badan untuk memeragakan jurus-jurus bela diri itu, amat wajar jika kemudian kita tak bisa lihai bermain silat. Setiap orang punya potensi yang sama, yang seringkali muncul pada kondisi ketika kita sudah memiliki minat yang kuat terhadap apa yang ingin kita raih. Boleh percaya boleh tidak, jika kita sudah berbulat tekad, maka halangan apapun tak akan mampu membendung kerasnya keinginan kita. Menulis itu keterampilan, maka harus sering dilatih dengan rajin menulis. Itu sebabnya, belajar menulis itu solusinya adalah MENULIS. Lho, bukankah menulis erat kaitannya dengan membaca, sehingga jika kita malas membaca juga akan berakibat malas menulis? Hmm.. menurut siapa itu? Saya justru sering berhadapan dengan orang yang hobi membaca tetapi dia terang-terangan tak suka menulis. Fenomena apa ini? Idealnya, memang orang yang rajin membaca adalah orang yang juga rajin menulis. Kedua aktivitas itu tak bisa dipisahkan. Tetapi faktanya, ada juga orang yang doyan membaca tapi berat untuk menulis. Membaca baginya sebatas memenuhi hasrat pengetahuannya semata, tak mau dibagikan lagi melalui tulisan kepada orang lain. Orang jenis ini hanya berhenti pada tataran kepuasan diri semata, ilmu yang didapat cukup baginya dan tak tergerak untuk menyebarkannya. Betul begitu? Ah, tidak juga. Lho, bagaimana ini? Iya. Sebab, ada juga orang yang memang bukan tak suka menulis, tetapi karena ia tak bisa memulai menulis. Jika faktanya demikian, berarti harus diyakinkan bahwa menulis itu sarana berbagi dan berharap mendapat pahala dari kemanfaatan yang kita berikan kepada orang lain melalui tulisan. Lalu bagaimana? Harus bagaimana? Jika ingin tetap belajar menulis, segeralah langsung menulis saja. Tak usah dipikirkan terlalu lama. Salah itu wajar kok, asal jangan sengaja berbuat salah. Berikutnya, kita harus mau belajar dari kesalahan dengan cara memperbaikinya. Bagaiamana pun, belajar itu memang butuh proses. Setuju? Jika setuju, segeralah menulis! Salam, O. Solihin Ingin berkomunikasi dengan saya? Silakan via Twitter di @osolihin *Gambar dari sini...

Read More

“Siapa Bilang Menulis Itu Gampang?”

Posted by on Jul 27, 2013 in Motivasi Menulis | 4 comments

“Siapa Bilang Menulis Itu Gampang?”

Saya sering mendapat pertanyaan dari peserta workshop menulis atau siapapun yang kebetulan bertemu saya dan berbicara seputar menulis: “Bagaimana caranya bisa menulis? Apa saja yang harus dipersiapkan agar tulisan bagus dan enak dibaca? Bagaimana supaya pilihan kata yang kita rangkai dalam kalimat tidak monoton? Apakah benar menulis itu gampang, karena faktanya saya tak bisa juga menulis meski berkali-kali berlatih?” (catatan: dengan pertanyaan-pertanyaan jenis ini, sepertinya menulis jadi menyulitkan) Oya, selain pertanyaan-pertanyaan tadi, masih banyak pertanyaan serupa meski tak sama, tetapi intinya banyak mengeluhkan ketidak-mampuan membuat sebuah tulisan. Mendapati kenyataan seperti ini, haruskah saya meralat anggapan bahwa menulis itu gampang sehingga harus berpikir ulang untuk mengatakan, “siapa bilang menulis itu gampang?” Tidak. Saya sebenarnya tidak ingin melemahkan semangat mereka yang ingin sekali bisa menulis. Saya hanya sedang merasa berada pada level gagal paham terhadap orang yang kurang berusaha tetapi terlalu mudah untuk cepat menyerah. Benar bahwa menulis butuh persiapan dan ketersediaan bahan tulisan untuk ‘digoreng’ dengan bumbu paling lezat yang akan dihidangkan kepada para penikmat informasi dan opini tertulis dengan selera tinggi. Namun demikian, bukan berarti pada level paling gampang untuk berlatih menulis lalu kita abaikan. Tidak sama sekali. Jika ingin menuliskan hal-hal kecil yang kita sukai dan kuasai—tentu saja yang memang bermanfaat dan memberi maslahat—tulislah karena sangat boleh jadi, dari situlah kita bisa mencintai huruf, kata, dan merangkainya dalam kalimat. Biarlah puisi-puisi sederhana yang kita buat kita nikmati sendiri. Tetapi jika ingin mendapatkan tantangan, cobalah di-share di twitter atau facebook atau blog. Siapa tahu, banyak orang yang menentang, melecehkan, menjelek-jelekkan, mengkritik dengan pedas, termasuk yang memberi saran. Nikmati saja semua itu, sebab semuanya akan memberikan tambahan energi bagi kita untuk berubah dan terus memperbaiki kualitas tulisan kita. Cobalah! Oya, jika Anda termasuk orang yang sering dibuat pusing dengan banyaknya pilihan ide, dengan bejibunnya pilihan tema/topik, dengan melimpahnya fakta sehingga tak bisa dipilih dan dipilah mana yang harus ditulis, maka saya sarankan agar Anda menepi terlebih dahulu dari hingar-bingar berseliwerannya ide dan tema/topik (termasuk padatnya lalu-lintas fakta). Bila perlu ‘bertapa’ atau mengasingkan diri. Namun, jangan terus seperti itu, tetapi harus dibarengi dengan mencari cara terbaik untuk menuliskan pesan. Jika tidak, Anda harus siap berhadapan dengan kenyataan: “Orang lain sudah jauh meninggalkan Anda yang memilih membeku dengan kebingungan memilah ide dan topik tulisan”. Bagaimana, apakah masih setuju jika dikatakan, “Siapa bilang menulis itu gampang?” Atau justru akan lantang menuliskan: “Menulis itu memang gampang, tetapi jika ingin menulis dengan benar dan baik, tidaklah gampang”. Saya sendiri setuju dengan pilihan yang kedua. Jika sekadar menulis saja, pastinya gampang. Coba saja asal tulis—terutama mengekspos kegalauan dan kelakuan alay di wall facebook dan berkicau di linimasa twitter, sepertinya enteng-enteng saja. Tetapi, cobalah menulis dengan benar dan baik, pastilah jadi beban jika belum terbiasa menulis dan tak mau dilatih untuk menulis. Jadi, tetap menulis, karena dengan terus berlatih menulis, maka kita akan bisa dan terbiasa menulis. Semakin lama akan semakin lihai menyusun informasi dan memberi opin melalui tulisan. Tak percaya? Silakan dijajal langsung dengan menulis. Terus dan tetaplah menulis, karena jika sekadar menulis sebenarnya gampang. Namun jika ingin bisa dan terbiasa menulis dengan benar dan baik, tidaklah gampang. Itu sebabnya, perlu menimba ilmu dan berlatih terus menulis, serta—tentu saja banyak membaca. Semangat! Salam, O. Solihin Ingin berkomunikasi dengan saya? Silakan via Twitter di @osolihin *Gambar dari...

Read More

Kursus Menulis Online Berbonus Buku

Posted by on Mar 2, 2013 in Info | 0 comments

Kursus Menulis Online Berbonus Buku

Assalaamu’alaikum wr wb Bagi Anda yang ingin belajar menulis dari nol atau Anda yang sudah pernah menulis tapi ingin mengasah kembali kemampuan menulisnya, Anda bisa mengikuti program Kursus Menulis Online yang kami kelola. Saat ini, untuk memudahkan proses belajar, maka setiap ada yang mendaftar dan melunasi biayanya, maka langsung belajar. Tetapi peserta dibatasi maksimal hanya 10 orang saja untuk memudahkan proses belajar mengajar (terutama memeriksa tugas-tugas yang diberikan mentor). Belajarnya 1 kali pertemuan dalam seminggu. Kami sediakan untuk kelas NONFIKSI pada hari Selasa dan FIKSI pada hari Jumat. Pukul 20.00 WIB. Chat via Yahoo! Messenger atau Skype. Meski ditentukan waktu tutorial online, tetapi peserta kursus masih bisa menghubungi mentornya jika ada hal yang ingin segera dikomunikasikan, melalui email atau Yahoo! Messenger. *Maksimal durasi tutorial online adalah 2 jam setiap pertemuan. Catatan: Jika ada peserta yang daftar pada hari Sabtu, kemudian langsung melunasi biaya kursus, maka jika dia ambil kelas NONFIKSI, pada hari Selasa pekan berikutnya langsung belajar. Begitupun jika ada peserta yang memilih kelas FIKSI, daftar dan melunasi biaya kursus pada hari Jumat (siang hari), maka malam harinya sudah bisa langsung belajar. Program ini insya Allah akan memudahkan peserta untuk langsung belajar tanpa perlu menunggu peserta lainnya. Jika dalam waktu sebulan itu peserta lain ada yang mendaftar maka belajarnya bisa langsung digabung (conference). Tetapi untuk memudahkan kegiatan belajar dan pemeriksaan tugas-tugas dalam sebulan pertama maksimal hanya menerima 10 orang saja.   Masa belajarnya bisa dipilih di bawah ini: Hanya 1 bulan dengan 4 kali tutorial. Program full 8 kali pertemuan dalam 2 bulan (1 kali per pekan tutorialnya).   Berapa biayanya? Program belajar 1 bulan hanya Rp 250.000 Program belajar 2 bulan hanya Rp 475.000   Materi belajarnya apa saja? Kelas FIKSI akan belajar: Menggarap tema; Mengatur plot; Setting cerita; Realitas imajinatif; mengemas konflik, mengemas dialog, sudut pandang (point of view), dan menggarap karakter tokoh. Kelas NONFIKSI akan belajar: Menggagas Ide; Menggarap Tema; Membuat Tulisan yang Segar; Menulis Feature; Mengenal Jurnalistik; Mengatasi Deadlock ketika Menulis; Lead untuk Tulisan Feature; Menulis Biografi Catatan: Peserta akan mendapatkan MODUL sesuai Program yang diikuti. Bila ambil program 2 bulan maka modulnya full (8 modul + 2 modul bonus). Bila ambil Program 1 bulan maka modulnya hanya 4 modul ditambah 1 modul bonus.   Bagaimana cara pendaftarannya? Pendaftaran dilampirkan dengan memberikan informasi nama lengkap, alamat lengkap, alamat e-mail; no telepon/HP; dan Yahoo! ID, dikirim via SMS (0817-9949470) atau email: kmo@menuliskreatif.com atau melalui FORM di bawah ini: [contact_form] Pembayarannya bagaimana? Setelah mendaftar di Kursus Menulis Online, dengan memilih jenis kursus yang diinginkan, maka peserta diwajibkan menyelesaikan biaya administrasi kursus dengan cara mentransfer ke no rekening sebagai berikut (silakan pilih): Bank Muamalat (Shar’e), Kantor Cabang Pajajaran Bogor, norek: 919-6867999 (an. OLEH SOLIHIN) BCA, KCU Bogor, Jl. Ir H Juanda, norek: 095-0147326 (an. OLEH SOLIHIN) BRISyariah, Kantor Cabangn Sudirman Bogor, norek: 1003905817 (an. OLEH SOLIHIN) Setelah melakukan transfer, mohon diinfokan via SMS: 08179949470 [dengan format: Nama_JenisKURSUS_JumlahTRansfer_NorekTUJUAN_TGLTransfer] Contoh: Abdullah NONFIKSI 475.000 Share 03/03/2013) atau via e-mail dikirim ke: kmo@menuliskreatif.com Mau dapatkan BONUS Buku? Silakan pilih “Program Belajar 2 Bulan” Buku bonus “CINTA TIGA WANITA”   Berminat? Tunggu apalagi, langsung daftar sekarang juga via SMS atau E-mail.   Salam, O. Solihin Owner...

Read More