Home » Archives by category » Puisi
maaf…
saat matamu tajam bagai sang elang membuat detak jantungku berhenti pias wajah ini gagap mulut ini aku diam membisu aku berdiri antara langit dan bumi tapi… masih ada sebutir maaf untukmu saat kata-katamu seperti pisau tajam merobek nyawaku aku diam terpaku kerongkongan terasa perih, pedih hanya air mata yang bicara atas luka yang kuderita atas [...]
Kau dan Kenanganku
Kenangan itu masih membasahi otakku Lihat! Banjir resah menggunung di keramaian tanda tanya Duduklah… Kuberbagi harta kenangan yang kini mungkin tak lagi berharga Duduklah… Mungkin lisan luguku mampu membungkam tawamu yang selugu lisan dan otakku Duduklah… Berjalanlah di liku-liku koridor kenanganku yang tak lurus tak membujur kaku Dulu ia begitu rimbun Sejuk Ia mengintip di [...]
bilakah aku jatuh cinta
Rabbi… Aku minta izin Bila suatu saat aku jatuh hati Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang Hingga membuat lalai akan adanya Engkau Rabbi… Aku punya pinta Bila suatu saat aku jatuh cinta Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas Biar rasaku pada-Mu tetap utuh Rabbi… Izinkan bila suatu saat aku jatuh hati Pilihkan untukku seorang [...]
Bergerak, Lawan!
Hentikan diam kita saat kekufuran menari-nari di depan mata saat kesombongan meraja saat kemaksiatan leluasa bergerak Hentikan diam kita melamun tak akan mengubah apa-apa mengkhayal tanpa berbuat adalah sia-sia bermimpi tanpa aksi nyata itu utopis Hentikan diam kita dan jangan nikmati kapitalisme dengan sukacita sebab ia adalah racun, bukan madu sebab ia adalah penyakit, bukan [...]
Perjuangan Belum Berakhir
Kita sudah ada di sini di jalan terjal pilihan kita memang bukan hal terbaik untuk saat ini ketika gemerlap dunia senantiasa menggoda Sahabat, aku tak sudi dirimu berhenti di saat perjuangan baru saja dimulai Kita sudah ada di sini di jalan licin pilihan kita memang bukan hal terbaik untuk saat ini ketika keindahan dunia senantiasa [...]
istri suamiku
sesaat aku diam mematung dalam hening samar-samar terdengar suara pelan, rendah, lirih ia pelan sekali bersuara aku: istri suamimu aku diam pikir dan rasaku tertusuk-tusuk apa? dia berkata lirih sekali aku: istri suamimu aku diam kembali gejolak di dada ini gemuruh tapi hening sunyi senyap dan gelap di dasar hati : berarti kau istri suamiku? [...]
Add to Google