akal

now browsing by tag

 
 

Kita yang belum juga mau mengerti

Assalaamu’alaikum wr wb

Ada seorang ibu yang ditanya, “Kenapa sih mengenakan kerudungnya cuma sesederhana itu?” Jawabannya juga sesederhana yang dipahaminya, “Ini lagi mode. Lagian nggak usah fanatiklah. Jangan mempersulit diri. Bagi saya yang sudah tua ini, yang penting membedakan diri dengan ABG. Nggak perlu pake gamis-gamis segala. Ribet.”

Hmm… pernyataannya justru mengundang masalah. Kesalahan si Ibu tersebut tidak murni seratus persen akibat ketidaktahuannya. Tetapi juga dia melihat ke sekitarnya. Masih banyak yang mengenakan busana muslimah sebatas itu. Meski sebenarnya banyak juga yang sudah sempurna lengkap dengan jilbabnya. Tetapi si ibu sepertinya memilih fakta yang sesuai seleranya untuk dijadikan dalil pemuas nafsunya.

Kisah lainnya, seorang remaja pernah ditanya: “Kenapa sih main gim melulu setiap kali ke warnet?” Jawabannya, “Refreshing lah. Kan kita perlu rileks dalam hidup ini.” Ia lupa, bahwa saat saya tanya kepada petugas warnet ia mengatakan bahwa ada anak yang setiap harinya main gim online minimal 5 jam. Saya kemudian berpikir ulang, “rileks dari masalah apa jika setiap hari kerjaannya lebih banyak main gim online?” Read More…