buletin

now browsing by tag

 
 

“Kondom Bu Menkes”

Foto dari: detik.com

O. Solihin

 

Eit… jangan keburu berpikir ngeres dong ya. Judul ini bukan tulisan cabul. Amit-amit dah. Ini sekadar untuk menunjukkan ketidaksukaan tentang kampanye penggunaan kondom kepada kelompok seks berisiko, termasuk remaja. Hmm… meski Bu Menkes Nafsiah Mboi kemudian mengklarifikasi via Youtube (saya unduh videonya dan mendengarkan pernyatannya dalam durasi 5 menit 13 detik), tetapi inti persoalannya Bu Menkes tetap setuju kampanye penggunaan kondom kepada kelompok seks berisiko. Jadi, klarifikasi yang dilakukannya di Youtube hanya membantah tentang kabar dirinya akan membagi kondom gratis di SMA adalah tidak benar. Ya, artinya, klarifikasi yang dilakukannya hanya terkait dengan isu bahwa dirinya akan membagikan kondom gratis ke SMA dan kemudian dibantahnya. Judul dokumentasi video pernyataan yang diunggah resmi oleh Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan RI pada tanggal 19 Juni 2012 adalah “Klarifikasi Ibu Menkes Tentang Kondom Gratis”. Di ujung tayangan video berisi pernyataannya itu, Nafsiah Mboi mengatakan bahwa penggunaan kondom itu, menurutnya, adalah cara terakhir bagi kelompok seks berisiko yang masih membandel supaya tidak terjadi penularan penyakit seksual dan kehamilan yang tidak direncanakan.

Berdasarkan pemberitaan di detik.com (23 Juni 2012), Menkes menjelaskan dewasa ini pengidap HIV/AIDS meningkat, demikian pula penderita penyakit kelamin. Hal ini ditengarai karena meningkatnya seks berisiko. Kegiatan ini bisa dipicu oleh pendidikan agama yang tidak cukup kuat, iman yang tidak cukup kuat, dan beredarnya VCD porno di mana-mana, serta stimulan untuk meningkatkan kegairahan seks. Read More…

Euro 2012, Suriah, dan Rohingya

rohingya-people1

O. Solihin

Gemerlap pesta Piala Eropa 2012 menyihir banyak orang, khususnya yang senang dengan sepak bola. Saya sendiri, memang suka nonton pertandingan sepak bola di televisi, itu pun kalo waktunya agak luang. Kalo penuh padat ya, wasalam deh. Cukup nonton siaran beritanya di televisi, itu pun lagi-lagi kalo sempat dan nggak rebutan sama anak-anak saya yang lagi asik nonton film kartun kesukaannya di jam yang sama. Hehehe… gimana pun juga, setelah banyak amanah kegiatan dan tanggung jawab pekerjaan, acara nonton sepak bola di televisi udah nyaris tergerus habis waktunya dikalahkan kepentingan ril lainnya. Jujur nih, waktu masih sekolah dulu (dari SD sampe SMA), saya paling hobi nonton pertandingan sepak bola, terutama kalo ada turnamen macam Piala Dunia atau Piala Eropa. Tapi, itu dulu. Dulu sekali. Kini saya nyaris nggak bisa. Kalo pun tahu perkembangan beritanya ya melalui internet saja. Asalkan rajin berselancar dan nggak pedih mata yang udah minus dan silindris ini.

Bro en Sis rahimakumullah, pembaca setia gaulislam, sengaja saya mengambil judul untuk buletin gaulislam edisi 243/tahun ke-5 dengan judul yang agak panjang (dan mudah-mudahan pula bisa menyentil perasaan kita semua): “Euro 2012, Suriah, dan Rohingya”. Melalui judul ini, saya mengajak kamu semua untuk merenung, termasuk buat saya pribadi. Ya, untuk bahan interospeksi diri. Utamanya berkaitan dengan kepedulian kita kepada sesama saudara muslim di tempat lain, wabil khusus di Suriah dan Rohingya. Syukur-syukur kalo sampe di belahan dunia lainnya, juga di negeri kita sendiri tentunya. Read More…

“Agama Sepak Bola”

157546_tango-12-bola-khusus-piala-eropa-2012_641_452

O. Solihin

Opening Ceremony Euro 2012 dilakukan di National Stadium Warsawa, Polandia, 8 Juni 2012 lalu.Tanda dimulainya gelaran empat tahunan ajang sepak bola bergengsi di benua biru tersebut. 16 negara berjibaku menjadi jawara Eropa. Lebih dari tiga pekan ke depan hajatan sepak bola Piala Eropa digelar. Kita yang ada nun jauh dari sana, bisa menyaksikan juga secara langsung meski melalui layar kaca.

Bro en Sis rahimakumullah pembaca setia gaulislam, saat searching di google, dengan keyword “agama sepak bola”, ternyata sudah banyak banget yang menulis tema ini dan judulnya juga sama. Namun, saya sendiri tetap menulis judul seperti ini untuk buletin gaulislam edisi 242 yang terbit di hari Senin, 11 Juni 2012 ini. Alasannya, judul ini unik (meski termasuk pasaran karena banyak yang menulis). Tetapi, saya ingin tampil agak beda, walau pasti ada yang sama persis jalur idenya. Tak mengapa, insya Allah dari sedikitnya yang berbeda itu bisa bikin kamu nemuin hal baru dan sekaligus berpikir bahwa “serupa tapi tak sama” tetep asik. Banyak tulisan bisa dihasilkan dari ide yang sama, meski kemasannya berbeda. Mudah-mudahan aja kamu nggak mual ketika baca tulisan yang judulnya sama saat searching di google. Hehehe… tapi jangan khawatir isinya insya Allah beda, dan tentu juga solusinya. So, baca aja sampe tuntas ya. Read More…

Punya Pacar? Putusin Aja!

edisi-241

O. Solihin

Waduuuh, tema pacaran diangkat lagi, dibahas lagi, dijembrengin lagi. Sebagian dari kamu mungkin ada yang nganggapnya sepele, udah paham, nggak penting-penting amat. Tetapi, dalam kenyataannya memang banyak remaja yang belum ngeh. Terbukti banget pertanyaan yang dikirim via SMS ke redaksi, rata-rata 7 dari 10 SMS isinya adalah tentang nanyain hubungan antara cowok-cewek. Istilah sekarang ya pacaran. Belum lagi kalo kru gaulislam bahas secara live di Radio MARS 106 FM Bogor dalam rubrik “TAMAN CURHAT REMAJA” yang digelar saban hari Kamis, pukul 20.15 WIB dan dipancarkan melalui audio streaming di: live.gaulislam.com, wuih tuh pertanyaan didominasi oleh “pacaran”.

Hmm… akhirnya kita juga nyadar kalo ternyata banyak juga remaja yang belum ngeh bahwa pacaran diharamkan dalam Islam, banyak remaja yang menyamakan istilah ta’aruf dengan pacaran. Tujuannya biar disebut islami. Aduh, itu keliru Bro en Sis. Itu sama kelirunya ketika kamu bilang bahwa kerudung adalah jilbab. Salah besar itu. Kerudung mah penutup kepala dan rambut-juga harus nutupin bagian dada dan punggung, dalam bahasa Arab disebut khimar. Kalo jilbab pakaian luar yang panjang, tebal, longgar dari bagian pundak hingga menutupi mata kaki. Semacam gamis lah kalo orang sekarang bilang. Tuh, jelas beda banget kan? Kalo kamu tetep bilang bahwa jilbab adalah kerudung, bisa-bisa diketawain sama orang Arab (yang ngerti bahasa Arab tentunya. Sebab, ada juga yang lahir dan besar di Arab tapi nggak ngerti bahasa Arab, yakni Unta. Hehehe..  *nggak nyambung tapi kayaknya bener. Gubrak!) Read More…

“Ngapain Sih Mikirin Lady Gaga?”

20120525tolak-lady-gaga-250512-pras-5

O. Solihin

Hadeeuuh.. Lady Gaga, penyanyi asal Amerika Serikat ini lagi jadi trending topic di jagat Indonesia. Pro dan kontra soal rencana konsernya yang akan digelar pada 3 Juni 2012 ini semarak banget. Mereka yang pro karena menganggap bahwa Lady Gaga sekadar manggung di tempat ini, mempromosikan albumnya yang bertitel “Born This Way”, menyapa penggemarnya, dan promotor untung berlipat-lipat dari penjualan tiket. Cuma itu lalu Mother Monster ini dibolehin konser di negeri yang penduduknya mayoritas muslim?

Bro en Sis, bagi mereka yang kontra dengan rencana konser Lady Gaga tentu punya alasan juga. Apa alasannya? Banyak. Bejibun. Mereka (termasuk saya pribadi) yang kontra karena Lady Gaga berpotensi menyebarkan budaya kufur atas nama kebebasan berekspresi. Belum lagi aksi-aksi panggungnya yang seronok dan sudah jelas pornoaksi. Banyak ormas, lembaga dan juga individu yang menolak rencana konser Lady Gaga. Saya tertarik dengan poin-poin yang disuarakan santri-santri saya di Pesantren Media, Bogor yang dirilis di website resmi mereka: www.pesantrenmedia.com tentang Lady Gaga. Menjadi unik karena poin-poin tersebut bagian dari Surat Terbuka kepada Presiden SBY. Berikut petikannya: Read More…