kursus
now browsing by tag
Posted by: osolihin | on March 14, 2012
The Power of Creative Writing and Social Media
Assalaamu’alaikum wr wb
Posted in Info | No Comments »
Tags: KMO, kursus, Media, menulis online, MYMC, social, writing
Posted by: menuliskreatif | on May 18, 2010
Pemula Ingin Menulis
Saya betul-betul seorang pemula, karena baru sekarang saya menyadari bahwa menulis bisa membuat saya “bahagia”. Mudah2an belum terlambat. Saya mau menulis tapi masih sulit? Apa yang sebaiknya harus saya lakukan?
Pengirim: Sylvia
———————
Jawaban
———————-
Terima kasih sudah berkirim e-mail berisi pertanyaan seputar penulisan kepada saya. Mbak Sylvia, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Karena belajar itu setua umur manusia. Manusia pembelajar adalah mereka yang tak kenal lelah untuk belajar. So, tentunya usia bukan menjadi halangan untuk belajar.
Menulis memang membuat kita bahagia. Ya, bahagia karena bisa menuangkan gagasan yang akan dibaca oleh banyak orang. Bisa berbagi ilmu, informasi, dan juga perasaan dengan pembaca kita. Menulis menurut saya lebih awet ketimbang bahasa lisan. Sebab, meski penulisnya sudah tiada di dunia ini, tapi tulisannya yang menggugah insya Allah akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi siapa saja. Bahkan bagi mereka yang hidup ratusan tahun setelah si penulisnya meninggal dunia. Itu sebabnya, menulis merupakan kebahagiaan tersendiri bagi penulisnya.
Untuk pemula, menulis seringkali menjadi kendala. Merasa sulit ketika akan memulai. Tapi, yakinlah, karena menulis adalah keterampilan, maka menulis hanya butuh latihan dan investasi waktu. Saya sendiri ketika ingin bisa menulis, hampir setiap hari saya sediakan waktu 1/2 jam saja untuk menulis. Apa yang ditulis? Saya memberikan kebebasan kepada diri saya sendiri untuk menulis apa saja yang saya mau dan saya kehendaki pada saat itu. Intinya menulis. Entah puisi yang bisa saya tulis. Bisa juga surat untuk teman lama atau orangtua di rumah. Kebetulan saya sejak SMA sudah jauh dari orangtua karena harus meneruskan studi di kota lain.
Ingin menulis? Seperti kata Pak Kuntowijoyo, resepnya cuma tiga. Pertama, menulis. Kedua, menulis. Ketiga, menulis. Intinya memang menulis. Tulislah apa saja. Tak perlu merasa khawatir apakah tulisan kita itu nantinya jelek atau bagus. Yang penting nulis. Nulis dan nulis. Insya Allah, seiring dengan bertambahnya kuantitas latihan, kualitas tulisan kita juga insya Allah akan meningkat. Untuk mendukung itu, kegiatan yang berdampingan dengan menulis adalah membaca. Membaca apa saja: koran, tabloid, majalah, kamus, buku (termasuk buku tentang kepenulisan) dan sejenisnya. Bisa juga ‘membaca’ televisi dan radio serta internet. Termasuk ‘membaca’ semua peristiwa yang hadir di tengah kehidupan kita. Catat dan dokumentasikan. Suatu saat, kumpulan ide dan informasi itu akan menjadi bahan tulisan kita. Pasti lebih hidup.
Terakhir, saran saya, cobalah membuat blog sendiri. Di dunia internet banyak yang sudah memanfaatkannya. Selain sebagai sarana untuk melatih diri kita dalam menulis, juga menjadi wadah untuk menjaring banyak teman dan insya Allah mereka akan memberikan inspirasi untuk kita. Siapa tahu bisa membantu kita mengembangkan tulisan kita. Saran dan kritikan bisa menjadi senjata ampuh untuk evaluasi.
Selamat menulis Mbak Sylvia! Yakin dan tetap semangat. Pasti bisa!
Salam,
O. Solihin
Posted in Motivasi Menulis | 2 Comments »
Tags: Fiksi, kursus, menulis, nonfiksi, pemula
Posted by: menuliskreatif | on May 2, 2010
Menulis itu GAMPANG, Tapi ADA CARANYA
Assalaamu’alaikum wr wb
Salam sukses buat semuanya…
Menulis itu gampang? Saya sendiri berani mengatakan gampang, bukan karena saya sudah bisa, tapi karena saya melihat banyak orang bisa menulis, berarti keterampilan ini bisa dipelajari. Menulis adalah keterampilan? Betul. Sama seperti naik sepeda atau mengendarai mobil. Makin sering dilatih, makin lihailah kita. Saya waktu kecil masih inget sering minjem sepeda adiknya nenek saya, sepeda ontel. Saya tertantang untuk bisa. Saya coba kayuh sekali, jatuh. Saya mencoba menyeimbangkan badan saat kaki sebelah kanan menginjak pedal sepeda dan kaki kiri masih menginjak tanah. Saja coba jalankan sepeda dengan kaki kanan menginjak pedal dan kaki kiri menginjak tanah. Terus seperti itu sambil mencoba menjalankan sepeda. Sesekali saya mencoba kaki kiri untuk ikut mengayuh pedal, tapi sepeda sempoyongan ke kiri. Gubrak! Saya jatuh. Tapi mencoba bangun lagi. Terus seperti itu. Saya lupa persisnya berapa hari berlatih naik sepeda, tapi seingat saya dua pekan setelah sering jatuh, saya mulai bisa menyeimbangkan badan dan mengayuh sepeda dengan dua kaki. Tapi saya masih “seureudeug” alias gerasak-gerusuk dan akhirnya, beberapa kali sukses masuk solokan ketika menghindari pejalan kaki. Hehehe.. 
Tapi, perjuangan dan motivasi saya untuk bisa naik sepeda akhirnya berbuah hasil. Tak sampai sebulan saya sudah bisa naik sepeda. Makin sering dilakukan, makin lihailah saya. Sampai-sampai berani untuk tak pegang stang sepeda. Cihuy! Akhirnya bisa juga naik sepeda!
Kembali kita bahas tentang menulis. Menulis itu bukan bakat. Menulis adalah keterampilan. Tak ada bukti-bukti khusus bahwa seseorang bisa menulis dilihat dari wajah, jari-jari tangan, atau keturunannya. Tidak sama sekali. Menulis itu dipelajari. Sementara cara belajar setiap orang pasti berbeda-beda. Tidak sama. Jika dikatakan bahwa dengan belajar orang menjadi bisa. Insya Allah memang akan bisa jika belajar. Tapi jika ditanya apakah semua orang yang belajar akan sama keahliannya, saya memilih menjawab tidak. Sebab, di sekolah sepakbola misalnya, orang belajar dengan pelatih yang sama, waktu belajarnya juga sama, di kelas yang sama. Buku panduan (jika ada) juga sama. Bayar biaya sekolah sepakbolanya pun sama. Tapi, kenapa ada yang menjadi bintang lapangan dengan keahlian yang di atas rata-rata pemain lain? Ini bukan bicara bakat, tapi latihan. Ronaldinho atau Cristiano Ronaldo, memiliki waktu khusus untuk menempa kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar. Berlatih lebih banyak dibanding pemain lainnya. Ini menjadi bukti bahwa keterampilan itu semakin diasah akan semakin bagus.
Menulis itu keterampilan, jadi butuh waktu khusus, butuh latihan khusus, butuh motivasi. Saya juga dulu tak bisa menulis. Bahkan sekadar menulis kata pertama untuk sebuah tulisan susahnya minta maaf (hehehe.. bosan pake kata “ampun”). Iya. Sering saya bermenit-menit memikirkan kata apa yag pertama kali harus ditulis. Ini ternyata sebuah kesalahan. Seharusnya langsung saja ditulis yang ada di benak kita saat itu. Sama seperti saya waktu belajar naik sepeda. Saya langsung nyoba. Tidak perlu berpikir lama menimbang-nimbang, saya harus mendorong dulu sepeda atau langsung menginjak pedal sepeda untuk mencoba menjalankan sepeda. Saya tidak peduli. Langsung coba. Nah, setelah tahu seperti itu, saya akhirnya menulis menjadi lebih cepat karena langsung menuliskan apa pun yang ada di pikiran kita.
Lha, bukankah akan berantakan nantinya? Benar sekali. Bisa dikatakan 90% pasti “acak-adut” tak karuan. Tapi, target saya waktu itu adalah bisa menuangkan gagasan melalui tulisan secepat mungkin. Saya terus melakukan seperti itu. Hingga akhirnya lancar menuangkan gagasan. Baru setelah merasa yakin bisa dengan mudah untuk memulai menulis, bagian berikutnya adalah membaca ulang naskah yang sudah ditulis. Jika ada yang kurang bagus, diperbaiki bahasanya, kalimatnya, isinya, pilihan katanya dan sistematikanya. Ini artinya, menulis bukanlah keterampilan instan. Tapi harus sering dilatih dengan serius. Latihannya apa? Tentu saja menulis. Selain juga membaca untuk menyiapkan “amunisinya” sebagai bahan tulisan. So, yang perlu diubah pertama kali adalah cara pandang dan motivasi. Ubah cara pandang kita selama ini bahwa menulis itu susah. Tolong ubah cara pandang tersebut. Kita harus berani katakan, bahwa menulis itu gampang, asal mau melatihnya. Menjadi penulis itu bukan impian, asalkan kita mampu mempertahankan dan meningkatkan motivasi yang kita miliki untuk berlatih dan belajar. Jadi, menulis itu memang gampang, tapi ada caranya.
Ini saja dari saya. Terima kasih sudah sudi membaca pesan ini. Mohon maaf jika ada yang salah dan tak berkenan bagi teman-teman.
Salam sukses dan barokah,
O. Solihin
Owner [www.menuliskreatif.com]
Posted in Motivasi Menulis | No Comments »
Tags: kursus, menulis, online, tips, tulisan



D5 Creation