pacar

now browsing by tag

 
 

Punya Pacar? Putusin Aja!

edisi-241

O. Solihin

Waduuuh, tema pacaran diangkat lagi, dibahas lagi, dijembrengin lagi. Sebagian dari kamu mungkin ada yang nganggapnya sepele, udah paham, nggak penting-penting amat. Tetapi, dalam kenyataannya memang banyak remaja yang belum ngeh. Terbukti banget pertanyaan yang dikirim via SMS ke redaksi, rata-rata 7 dari 10 SMS isinya adalah tentang nanyain hubungan antara cowok-cewek. Istilah sekarang ya pacaran. Belum lagi kalo kru gaulislam bahas secara live di Radio MARS 106 FM Bogor dalam rubrik “TAMAN CURHAT REMAJA” yang digelar saban hari Kamis, pukul 20.15 WIB dan dipancarkan melalui audio streaming di: live.gaulislam.com, wuih tuh pertanyaan didominasi oleh “pacaran”.

Hmm… akhirnya kita juga nyadar kalo ternyata banyak juga remaja yang belum ngeh bahwa pacaran diharamkan dalam Islam, banyak remaja yang menyamakan istilah ta’aruf dengan pacaran. Tujuannya biar disebut islami. Aduh, itu keliru Bro en Sis. Itu sama kelirunya ketika kamu bilang bahwa kerudung adalah jilbab. Salah besar itu. Kerudung mah penutup kepala dan rambut-juga harus nutupin bagian dada dan punggung, dalam bahasa Arab disebut khimar. Kalo jilbab pakaian luar yang panjang, tebal, longgar dari bagian pundak hingga menutupi mata kaki. Semacam gamis lah kalo orang sekarang bilang. Tuh, jelas beda banget kan? Kalo kamu tetep bilang bahwa jilbab adalah kerudung, bisa-bisa diketawain sama orang Arab (yang ngerti bahasa Arab tentunya. Sebab, ada juga yang lahir dan besar di Arab tapi nggak ngerti bahasa Arab, yakni Unta. Hehehe..  *nggak nyambung tapi kayaknya bener. Gubrak!) Read More…

Pacarmu Bukan Suamimu

O. Solihin

Waktu mau bikin pengantar di buku kawan saya, M. Iwan Januar di tahun 2003 silam (judulnya Surga Juga Buat Remaja), saya membaca semua isi artikelnya untuk keperluan memberi sentuhan rasa dan informasi di pengantar yang akan saya buat. Waktu itu ada satu artikel yang menggelitik, judulnya: Pacarmu Bukan Istrimu. Sekarang setelah lebih dari 8 tahun, saya kepikiran untuk menulis dengan judul sedikit berbeda, tetapi esensinya mestilah sama. Kan cuma perbedan kata dari “istri” menjadi “suami”. Oya, kalo ditelusuri di google dengan keyword “Pacarmu Bukan Suamimu” ada lebih dari 24 ribu entri artikel di jagat maya yang mengandung kalimat dan judul tersebut. Jadi udah banyak banget. Tetapi, saya tetap ingin menulis dengan judul seperti ini selain karena unik, juga karena momennya sangat pas untuk saat ini. Namun jangan khawatir, cara penyampaiannya insya Allah berbeda meski solusinya tak jauh berbeda.

Bro en Sis, kebetulan saya sering ikut bantu distribusi gaulislam edisi cetak ke sekolah-sekolah. Saya bisa melihat dari dekat, menyelami perasaan para guru tentang anak muridnya. Tak sedikit guru yang sharing atau curhat mengenai kondisi murid-murid di sekolahnya. Khususnya yang gaul bebas dengan lawan jenis. Saya juga menyadari bahwa memang tak mudah mengubah kondisi yang sudah kadung ancur lebur ini. Batasan pergaulan antara laki dan perempuan yang terbilang sudah nggak ada jarak aman lagi. Gimana nggak, banyak anak cewek yang nggak cuma gandengan tangan dengan cowoknya, tapi udah masuk level sangat mesra: menggelayut (idih, emangnya lutung pake gelayutan segala!). Hehehe.. maksud saya: tuh anak cewek sangat erat menggandeng tangan cowoknya, sampe kepalanya udah nyender-nyender ke lengan sang cowok. Kebetulan cowoknya tinggi menjulang bak menara Petronas, sementara ceweknya berukuran mini. Jadi, bener kan setengah gelayutan? Ckckck… sadar Non, tuh cowok kan bukan suamimu! (yang lebih parah saya pernah melihat kelakuan yang model gini nih siswa-siswi dari sekolah berlabel agama. Waduh!) Read More…