Kiat Jitu Agar Gila Membaca

Judul Buku: Bikin Kamu Tergila-Gila Membaca | Penulis: Prembayun Miji Lestari | Penerbit: Yogyakarta, Book Magz Kelompok Pro- U Media | Tebal : 163 halaman

BIKIN KAMU TERGILA-GILA MEMBACAMembaca bagi orang yang belum terbiasa terkadang merupakan hal yang teramat berat dilakukan. Bahkan, sebagian orang masih beranggapan bahwa dunia membaca adalah dunianya para akademis, penulis, pengamat dan sebagainya. Namun, sebenarnya siapa pun orangnya harus rajin membaca. Karena sulit diterima akal bisa meraih kesuksesan dan keberhasilan jika tidak suka membaca. Maka membaca dapat dilakukan siapapun tanpa ada kaitannya dengan profesi.

Buku ini memberikan motivasi dan petunjuk-petunjuk untuk mengawali agar suka membaca hingga cara memilih bacaan tepat dan mengatur anggaran dana untuk bisa membeli buku. Ada beberapa tips agar cinta membaca yang ditawarkan buku ini. Pertama, lakukan gerakan-gerakan yang mengarah pada aktivitas cinta dan gemar membaca. Misalnya, sering pergi ke toko-toko buku, perpustakaan atau ke pasar buku loak. Hal inilah yang dilakukan orang-orang Jepang sehingga negaranya dikenal sebagai negara “gila baca”. Toko-toko buku di Jepang banyak mengizinkan pembaca melakukan tachiyomi, membaca sambil berdiri meski tidak membeli. Kedua, beli dan bacalah bacaan yang disenangi guna merangsang daya tarik membaca, seperti novel, kumcer, cerita jenaka atau terserah yang kita suka. Ketiga, mulailah dalam keadaan fun, bersikap santai dan tidak tegang waktu membaca. Bahkan, boleh juga membaca sambil ngemil makanan asal bisa membuat tertarik untuk merangsang membaca. Keempat, Bacalah bacaan sedikit demi sedikit tetapi tetap kontinu untuk menghindarkan beban berat membaca banyak sekaligus. Kelima, jangan paksakan diri membaca jika sudah tidak “berselera” atau bete. Keenam, cobalah membaca buku selain yang kita senangi, seperti buku-buku How to untuk memperluas pengetauhan. Ketujuh, catat dan renungkan apa yang sudah dibaca agar membantu dalam memahami buku secara apik. Kedelapan, Endapkan pikiran barang sejenak, untuk kemudian melakukan pengembangan atas apa yang sudah dibaca. Siapa tahu bisa menemukan “rumus canggih” untuk kemudian ditulis. Kesembilan, segeralah menerapkan learning by doing. (hal. 71-73)

Tak hanya itu, di dalam buku ini penulis juga memberikan bocoran kriteria jenis bacaan bagus dan layak baca. Menurut Prembayun, ada dua belas kriteria bacaan bagus. Di antaranya, memiliki isi dan penyajian yang unik, mampu memacing emosi dan perasaan untuk membaca, mudah dicerna, mengandung ide-ide sehat, dapat memperluas pengetauhan, bersifat informatif dll.

Di antara masalah yang sering terjadi, ketika minat baca sudah tumbuh dan bahkan berhasil menempa diri kita menjadi book lover ‘pencinta buku’, kesulitan dalam mengatur anggaran dana untuk membeli buku terkadang menjadi kendala yang cukup pelik. Karena itu, penulis buku ini mencoba memberikan solusi ringan dengan cara mengurangi alokasi dana yang tidak begitu penting, seperti jajan-jajan. Jika hal ini juga tidak mungkin, cobalah untuk menyewa buku, baik di perpustakaan maupun di rental buku. Jika hal itu juga sulit dilakukan, cobalah untuk membuat maklumat kepada saudara-saudara atau teman-teman jika ingin memberi hadiah tolong hadiahnya buku. Jika itu juga sulit, cobalah mencari dan menggunting artikel-artikel yang ada di koran dan majalah. Intinya, jangan sampai putusnya semangat membaca.

Gagasan yang dituangkan penulis dalam buku ini barangkali akan lebih tajam dan lebih komprehensif ketika kita mengkombinasikannya dengan buku Bahaya Bangsa Tanpa Minat Baca (Dr. Sabaruddin Tain, penerbit An-Najah Press). Walaupun buku itu lebih menyoroti persentasi tingkat baca anak bangsa dan fungsi keberadaan perpustakaan, tapi analisis di dalamnya dapat digunakan untuk melihat pentingnya menumbuhkan budaya baca. Kombinasi di antara kedua buku tersebut kiranya dapat menyadarkan kita bahwa dengan membaca kita bisa meraih kesuksesan dengan mudah dan mampu mengangkat martabat bangsa ini menjadi negara yang makin makmur, karena memiliki pakar-pakar yang siap menyelamatkan bangsa.[]

Rahmat Hidayat Nasution, Staf Pengajar Islamic International School Darul Ilmi Murni (IIS DIM) Medan dan Mts Muallimin UNIVA Medan

Join the Conversation

1 Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *