Belajar Memahami Kenyataan Hidup

Saya pernah bertemu seseorang yang merasa hampir putus asa hadapi hidup. Menurutnya terasa begitu berat karena teramat menyiksa hati, pikiran dan tenaganya. Beberapa kali sepertinya (mudah-mudahan sih tidak sampai) ia menyalahkan kenyataan yang dihadapinya. Ia memang tak mengungkapnnya, tetapi saya menangkap kondisinya melalui sorot matanya dan juga sikapnya saat berbicara. Saya bukan tukang ramal atau tukang tebak nasib orang, tetapi saya hanya menyimpulkan berdasarkan beberapa pengalaman sebelumnya. Saya berusaha menasihatinya waktu itu, sebisa saya lakukan. Tentunya agar ia memahami bahwa hidup penuh ujian dan harus berani hadapi kenyataan. Seperti kata pepatah: “Kehidupan itu ibarat berada di roda pedati, kadang kita…

Read More

Perlukah Motivasi dari Orang Lain?

Sampai sekarang saya masih percaya, bahwa saya hanya butuh inspirasi. Bukan motivasi. Tetapi saya tidak pernah melarang siapapun untuk memotivasi. Bahkan saya sendiri sering memotivasi. Lah, lalu apa esensinya menulis catatan ini? Ada. Justru karena ada esensinya saya menuliskannya. Dalam beberapa kondisi kita memang butuh motivasi orang lain. Mungkin sekadar untuk membangkitkan potensi yang sebenarnya sudah kita miliki, hanya saja kita belum merasakannya bahwa itu adalah potensi kita. Kadangkala kita baru sadar ketika diberikan motivasi agar mau bergerak, mau melakukan sesuatu, mau bertindak. Pada kondisi ini, motivasi memang diperlukan. Namun, kenyataannya motivasi tak selalu menjadi ‘vitamin’ bagi orang yang menerimanya,…

Read More

Tentang Subyektif dan Obyektif

Mc.Luhan, penulis buku Understanding Media: The Extensive of Man, menyebutkan bahwa media massa adalah perpanjangan alat indera kita. Yup, dengan media massa kita memperoleh informasi tentang benda, orang atau tempat yang belum pernah kita lihat atau belum pernah kita kunjungi secara langsung. Realitas yang ditampilkan media massa adalah realitas yang sudah diseleksi. Televisi memilih tokoh-tokoh tertentu untuk ditampilkan dan mengesampingkan tokoh yang lainnya. Surat kabar pun, melalui proses yang disebut “gatekeeping” lebih banyak menyajikan berbagai berita tentang “darah dan dada” (blood and breast) dari pada tentang contoh dan teladan. Itu sebabnya, kita nggak bisa, atau bahkan nggak sempat untuk mengecek…

Read More