Parenthetical merupakan instruksi yang ditempatkan di dalam kurung di antara dialog karakter dalam skenario film. Meskipun tampak sepele, parenthetical memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan arahan tentang bagaimana dialog harus diucapkan dan membantu pembaca skenario memahami maksud dari dialog yang ditulis. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda menulis parenthetical yang efektif dalam skenario film.

Pertama, pastikan bahwa parenthetical Anda singkat dan padat. Gunakan kata-kata yang tepat dan deskriptif untuk memberikan petunjuk tentang bagaimana dialog seharusnya diucapkan. Parenthetical yang terlalu panjang dan terperinci dapat mengganggu alur cerita dan menyebabkan pembaca skenario kesulitan untuk mengikuti alur cerita.

Kedua, gunakan parenthetical untuk memberikan petunjuk tentang intonasi, emosi, dan sikap karakter. Parenthetical dapat membantu karakter untuk mengekspresikan perasaan dan emosi mereka dengan lebih jelas, serta membantu membawa cerita ke depan. Misalnya, Anda dapat menuliskan “dengan nada marah” atau “dengan ketakutan yang jelas” dalam parenthetical untuk memberikan petunjuk tentang cara karakter seharusnya mengucapkan dialog tersebut.

Ketiga, pastikan bahwa parenthetical Anda sesuai dengan genre cerita. Jenis dialog yang sesuai untuk film komedi mungkin berbeda dengan dialog yang cocok untuk film horor. Pastikan bahwa Anda memperhatikan genre dan tema cerita ketika menulis parenthetical, sehingga dapat membantu para pembaca memahami suasana hati yang ingin Anda gambarkan.

Keempat, hindari menulis terlalu banyak parenthetical dalam skenario film. Hal ini dapat mengganggu alur cerita dan membuat pembaca skenario kehilangan fokus pada cerita. Sebaiknya, tuliskan parenthetical hanya pada bagian-bagian penting dari dialog yang memerlukan arahan tambahan.

Terakhir, pastikan bahwa parenthetical Anda tidak menggantikan dialog itu sendiri. Parenthetical harus digunakan sebagai tambahan yang membantu karakter mengungkapkan dialog mereka dengan lebih jelas, bukan sebagai pengganti dialog itu sendiri. Jangan gunakan parenthetical sebagai pengganti dialog yang tidak efektif atau buruk.

Contoh Paranthetical

Berikut adalah beberapa contoh dari cara menulis parenthetical dalam skenario film:

CHARACTER A
“Saya sudah memberitahu kamu, saya tidak akan pergi ke sana.” (dengan suara tegas)

Dalam contoh ini, “dengan suara tegas” memberikan instruksi tentang cara karakter A seharusnya mengucapkan dialog mereka. Hal ini membantu para pembaca skenario untuk memahami bagaimana karakter tersebut merespons situasi yang sedang terjadi.

CHARACTER B
“Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan!” (dengan suara penuh ketakutan)

Dalam contoh ini, “dengan suara penuh ketakutan” memberikan petunjuk tentang bagaimana karakter B seharusnya mengucapkan dialog mereka. Ini membantu membawa suasana hati ke dalam adegan dan menambah dimensi emosi karakter.

CHARACTER C
“Saya pikir itu bukan ide yang bagus,” (sambil menggelengkan kepala)

Dalam contoh ini, “sambil menggelengkan kepala” memberikan instruksi tambahan tentang gerakan fisik karakter saat mengucapkan dialog mereka. Ini dapat membantu para pembaca skenario memvisualisasikan adegan tersebut dan memahami bagaimana karakter C seharusnya bertindak.

CHARACTER D
“Sudah waktunya kita melakukan sesuatu yang lebih berani,” (dengan suara bersemangat)

Dalam contoh ini, “dengan suara bersemangat” memberikan petunjuk tentang sikap karakter D terhadap situasi yang sedang terjadi. Hal ini membantu mengembangkan karakter dan mengungkapkan motivasi mereka untuk melakukan tindakan tertentu.

CHARACTER E
“Maaf, saya tidak bisa membantu,” (sambil menatap tanpa ekspresi)

Dalam contoh ini, “sambil menatap tanpa ekspresi” memberikan instruksi tentang gerakan fisik karakter saat mengucapkan dialog mereka. Hal ini dapat membantu membawa nuansa dan emosi ke dalam adegan, serta mengungkapkan kepribadian karakter.

Jadi, ketika menulis parenthetical dalam skenario film, pastikan bahwa Anda menuliskan instruksi yang singkat, deskriptif, dan sesuai dengan karakter dan genre cerita. Gunakan parenthetical untuk memberikan petunjuk tentang intonasi, emosi, dan sikap karakter, namun jangan terlalu banyak menulis parenthetical yang dapat mengganggu alur cerita. Dengan memperhatikan hal-hal ini, Anda dapat menulis parenthetical yang efektif dan membantu mengembangkan karakter dalam cerita Anda. @menuliskreatif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *