Ciri Tulisan Esai, Kolom, Opini, dan Artikel

Posted by on May 15, 2010 in Tips Menulis | 7 comments

Ciri Tulisan Esai, Kolom, Opini, dan Artikel

Saya adalah orang yang baru menginjakkan kaki dalam dunia penulisan, terus terang saya sangat belum bisa untuk membedakan antara esai, kolom, opini, dan artikel. Dengan ucapan terima kasih, tolong beritahu ciri-ciri spesifik dari bentuk-bentuk tulisan tersebut.

Pengirim: Bagoes Muhammad
———————-
Jawaban
———————

Mas Bagoes, terima kasih sudah mempercayakan kepada kami untuk menjawab pertanyaan Anda. Sejauh yang saya pahami tentang penulisan, sebetulnya semua tulisan nonfiksi disebut artikel. Artikel sendiri diartikan sebagai sebuah karangan faktual (nonfiksi) tentang suatu masalah secara lengkap, yang panjangnya tak tentu, untuk dimuat di surat kabar, majalah, buletin, dan sejenisnya. Tujuan dibuatnya tulisan tersebut untuk menyampaikan gagasan dan fakta guna meyakinkan, mendidik, menawarkan pemecahan suatu masalah, atau menghibur.

Esai, opini, dan kolom adalah berisi tulisan yang biasa disebut dengan artikel. Esai sebenarnya sama saja dengan opini. Sebab, definisi dari esai itu sendiri adalah karangan prosa (bukan menggunakan kaidah puisi) yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Ini pengertiannya sama dengan artikel, sebenarnya.

Nah, supaya tidak membingungkan kembali saja kepada definisi artikel secara umum seperti yang saya tulis di atas. Intinya artikel itu adalah tulisan nonfiksi.

Sementara kolom atau penulisnya biasa disebut kolomnis atau kolumnis adalah salah satu rubrik di media massa yang biasa diisi oleh orang tertentu untuk jenis tulisan yang membidik tema tertentu. Misalnya seperti di rubrik “resonansi” Harian Republika. Itu bisa disebut kolom. Juga tulisan-tulisan Bung Karni Ilyas tentang hukum ketika beliau masih di Majalah Forum Keadilan. Itu juga kolom. Di majalah yang saya kelola, Majalah Remaja SOBAT Muda juga ada rubrik yang bisa disebut kolom, seperti Sekoteng, Kopitubruk, dan Personality. Selain karena penulisnya tetap atau tertentu, juga isinya lebih fokus membidik tema-tema yang sama meski beda pembahasan. Atau yang mungkin familiar adalah Catatan Pinggir Pak Goenawan Mohammad di MBM TEMPO. Itu contoh kolom di media massa.

Kesimpulannya, Mas Bagoes bisa menulis kolom, bisa menulis opini, bisa menulis esai, sebab toh itu sama saja bentuk pendapat kita, asalkan memenuhi kaidah penulisan nonfiksi untuk kesemua jenis tulisan itu. Terima kasih. Wallahu’alam.

Salam,

O. Solihin

468 ad

7 Comments

  1. 3-22-2016

    kalau esai itu biasanya alisisnya lebih dalam daripada artikel, dan esai juga biasanya karakternya lebih banyak daripada artikel, jadi intinya dalam analisnya lebih dalam.

    itu saja mungkin yang bisa saya share..
    salam dari penulis pekalongan

  2. 7-4-2012

    Kalo smua yg nonfiksi d’sbut artikel, bgmna dgn autobiografi atw novel non-fiksi sprti kranganx Andrea Hirata n A. Fuadi?

  3. 11-18-2011

    kalau begitu, apakah skripsi, tesis, n desertasi jg termasuk artikel? kan non fiksi juga : )

    mungkin artikel ada batasan karakternya, gan?

  4. 11-6-2011

    aku pingin cari uang lewat internet, gimana caranya.

  5. 9-23-2011

    menurut saya, artikel itu berbeda dengan opini. tapi saya tidak tahu benar perbedaannya dengan esai.
    artikel ialah karangan yang memuat informasi tentang kejadian yang fakta adanya.
    sementara opini adalah pandangan kita terhadap suatu karya sastra yang merupakan hasil pemikiran.

    saya ingin mengetahui apa perbedaan antara artikel dan esai/tajuk??

    Terimakasih.. 🙂

  6. 1-17-2011

    tolong disebutkan dong, perbedaan antara kolom dan esai. Apa keduanya tidak berbeda?

  7. 7-25-2010

    Oh.. jadi semua tulisan diluar tulisan fiksi itu bisa disebut artikel ya?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *