Menulis, antara idealisme dan periuk nasi

Hidup memang pilihan. Tetapi pada kondisi tertentu kita tak bisa memilih keadaan seperti apa yang diinginkan. Pilihan dalam hidup hanya terjadi pada prinsip. Bukan kondisi. Prinsip hidup memang harus dipilih. Jika sudah dipilih, pegang erat, sekuat mungkin.

Sedang ingin menulis

Numpuk dan berjubel-jubel puluhan bahkan ratusan informasi di dalam kepala. Otak kita, dengan segala kelebihan yang telah diberikan Allah Swt., mampu menampung memori apa saja. Rekam jejak yang pernah kita lakukan ada. Kapan saja kita butuh, otak akan memunculkannya sesuai ‘pesanan’ kita. Proses index memori yang sangat fantastis.