Sejak PERMATA berhenti terbit itu aku hidup “terlunta-lunta” di Bogor. Nginep di tempat kos teman, dan juga sekretariat kegiatan dakwah bareng temen-temen aktivis lainnya. Sebab, untuk ngekos sendiri kayaknya belum bisa waktu itu karena persoalan finansial. Jadi deh diriku ini sebagai nomaden,…
read moreOleh Nur Handayani Kami merasa bersyukur karena Allah Swt. yang telah memberikan kami keluarga yang bahagia. Kebahagiaan itu salah satunya ada pada ketiga buah hati kami: Qais (7 tahun), Rafi (4,5 tahun), dan Sausan (2 tahun). Bermain dan bercengkrama dengan mereka tak…
read moreO. Solihin Ketika kelas 4 di Sekolah Menengah Analis Kimia di Bogor itu, tahun 1992, aku memang masih menulis, tapi karena banyaknya kesibukan urusan sekolah, keterampilan menulisku sempat terhambat dan nggak diasah. Soalnya emang jarang berlatih nulis lagi. Tapi, aktivitas membaca sih…
read moreO. Solihin Sejak kecil (sebelum masuk SD), sebagaimana umumnya anak-anak aku punya cita-cita. Waktu itu ingin jadi dokter. Sebenarnya cita-citaku itu karena ikut-ikutan aja dengan anak yang lain. Kebetulan profesi dokter sering aku lihat dan dengar. Selain itu, karena di kampung, informasi…
read moreOleh: Kang Ewink Di pagi yang cerah ini, seperti biasa aku selalu berusaha meluangkan waktu untuk memandikan kedua anakku. Di kamar mandi berukuran kecil inilah rutinitasku sebagai seorang bapak dimulai. Bercengkerama dan bernyanyi seirama dengan tetesan air. Harum mewangi aroma shampoo dan…
read more