Oleh: Nafisah FB [Penulis buku, Mentor KMO kelas penulisan Skenario, http://nafiisahfb.co.cc/] “Wah, gimana ini, Pakde?! Masa’ yang sudah jelas nebang pohon enggak pake’ ijin bisa bebas?!” Ngatno menunjuk-nunjukkan telunjuk kanannya ke atas lembaran koran. Tangannya yang lain sedang memegang rantang plastik tempat…
read moreOleh: Kang Ewink “Kuberikan padamu setangkai kembang pete, Tanda cinta abadi namun kere…” (Kembang Pete, Iwan Fals) Berawal dari lamunan sambil ditemani lagu inilah, kisah Koalisi Peuteuy bergulir. Saya sampaikan ucapan selamat menikmati hidangan ekstra peuteuy. Tersebutlah kisah dari sebuah dusun di…
read moreJudul Buku: Kapitalisme di Ujung Tanduk | Penulis: Adnan Khan | Tebal: 133 hlm+vi | Tahun Terbit: Juli 2008 | Penerbit: Pustaka Thariqul Izzah “Kapitalisme cenderung menaburkan bibit kehancuran dirinya sendiri,” tulis George Ritzer dan Douglas J. Goodman dalam buku mereka…
read moreOleh: Mia Yunita [Banjarmasin | http://diarypuan.wordpress.com] Kau lihat langit malam? Kelam bila tanpa benderang bintang. Hampa tanpa gumpalan awan. Tapi ia mampu ceria bila gemerlap bintang menghiasinya. Dan dimanakah penyangga malam itu? Capai aku berkelana… capai aku memikirkan… seindah apa tonggak yang…
read moreUntuk melamar pekerjaan, memang perlu sejumlah syarat. Ada ijasah, ada pas foto, dan macam-macam lampiran yang kadang-kadang tidak relevan. Tetapi untuk mengarang, Anda tak perlu harus sarjana, pengalaman sekian tahun, atau punya kartu pers. Penggunaan gelar dan surat-surat keterangan sangat berguna kalau…
read moreOleh: Radinal Mukhtar Harahap Alkisah, di sebuah sekolah menengah atas di Medan, Sumatera Utara, hiduplah dua orang siswa yang mempunyai nasib berbeda. Siswa yang pertama adalah anak seorang pengusaha terkenal di Medan sedangkan siswa kedua adalah anak yatim piatu yang bersekolah dari…
read moreOleh : Irza Setiawan Aku benci semuanya Rasa takutku, kelemahanku, sifat egoisku Entah siapa diriku sebenarnya ? Semuanya menjadi berbeda karena kejadian itu Kenapa aku menjadi seorang pecundang seperti ini Batin Arya meringis, menahan pahit yang sangat menyesakkan dada, sejak kejadian dimana…
read morekepada yth. para pejuang hak-hak wanita di mana saja anda berada surat ini merupakan wujud perasaanku. juga mewakili perasaan kaum wanita yang lain: mereka yang menjadi buruh pabrik, mereka yang menjadi pegawai kantoran, mereka yang jadi pembantu rumah tangga, mereka yang setiap…
read moreKita sudah ada di sini di jalan terjal pilihan kita memang bukan hal terbaik untuk saat ini ketika gemerlap dunia senantiasa menggoda Sahabat, aku tak sudi dirimu berhenti di saat perjuangan baru saja dimulai Kita sudah ada di sini di jalan licin…
read more